Wednesday, November 21, 2012

Wartawan, Relawan Kapal Bantuan Gaza Ungkap Kekerasan Pasukan Zionis

10 November 2011, 15:37.

JAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): ‘Isarel’ ancam hukuman penjara selama dua tahun kepada relawan kapal bantuan Gaza yang menolak menandatangani surat pernyataan yang menyebutkan bahwa mereka datang secara sukarela dan ilegal.

Setelah mendeportasi sejumlah penumpang dari dua kapal bantuan Gaza, saat ini masih ada 18 aktivis dan jurnalis yang ditahan di penjara ‘Israel’. Sejak kedua kapal tersebut dicegat dan dibajak ‘Israel’ pada Jumat (4/ 11/ 2011), mereka sudah ditahan selama lima hari tanpa diketahui kapan akan berakhir.

Jurnalis asal Amerika yang ikut dalam kapal bantuan berbendara Kanada (Tahrir), Jihan Hafiz mengatakan bahwa otoritas ‘Israel’ mengeluarkan larangan kepada para penumpang kapal untuk membicarakan hal-hal negatif atau berbau politik ketika melakukan komunikasi jarak jauh dari penjara ‘Israel’.

Selasa (8/ 11/ 2011) lalu, Hafiz menuturkan pengalamannya saat ‘Israel’ mengambil alih kedua kapal bantuan. “Ada tiga kapal perang, empat perahu bermeriam, dan ada empat kapal perang biasa. Seluruh kapal-kapal tersebut telah dipersenjatai. ‘Israel’ tampak mengambil tentara-tentara dari negara asing. Saat proses pengambilalihan, dua meriam air mulai menyemburkan air dalam volume besar ke kapal Irlandia yang akhirnya membanjiri dek kapal dan mematikan semua aliran listrik. Dari atas kapal, kami berteriak-teriak kepada kapal perang itu bahwa kapal ini akan tenggelam jika mereka terus menyemprotkan air,”.

Hafiz juga menceritakan bagaimana serdadu-serdadu ‘Israel’ mengarahkan senjata ke kepala seluruh penumpang saat kapal diambil alih. Mereka juga menyita seluruh peralatan wartawan agar tidak ada satu pun perbuatan mereka yang dapat terekam.

“Mereka telah menyerang teman-teman kami, memukul, menculik, merampok, dan menahan. Dan sekarang ‘Israel’ malah mengancam mereka hukuman dua tahun penjara. Apa yang akan pemerintah Kanada lakukan atas penculikan rakyatnya oleh ‘Israel’?,” ujar koordinator Canadian Boat to Gaza, Wendy Goldsmith.

“Kami kecewa dan sekaligus tidak kaget juga dengan kinerja lamban Menteri Luar Negeri Kanada John Baird dan Perdana Menteri Kanada Stephen Harper,” tutur koordinator Canadian Boat to Gaza lainnya, Dylan Penner.

“Pemerintah Kanada malah memaafkan sikap ‘Israel’ yang telah mengabaikan hak-hak asasi penduduk Gaza,” ia menambahkan. Seluruh koordinator Canadian Boat to Gaza juga meminta Menteri Luar Negeri Kanada John Baird untuk mundur dari jabatannya karena gagal memperjuangkan kepentingan Kanada. (MR/Sahabat al-Aqsha)

0 comments:

Post a Comment

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites